BI-NNEST Inc - Teknologi
Magnetic Resonance Imaging (MRI) penting untuk
menggambarkan molekul tunggal. Penggambaran molekul tunggal pada
akhirnya akan berdampak pada pemetaan struktrur protein di tubuh
manusia, sebuah kemampuan yang jika digunakan dengan baik dapat membantu
proses penciptaan obat bagi penyakit.
Namun, agar mampu memetakan struktur protein tubuh manusia, peneliti
membutuhkan MRI berteknologi resolusi tinggi. Bagaimana menciptakannya?
Tim peneliti dari Laboratory for Solid State Physics di ETH Zurich
Switzerland menjelaskan hal tersebut. Melansir dari
Sciencealert, Kamis (23/10/2014), tim peneliti mengganti kumparan elektromagnetis yang digunakan di dalam teknologi MRI rumah sakit.
Sebagai ganti kumparan, peneliti menggunakan sensor chip berlian
untuk mengukur kadar magnet atom. Chip tersebut tertanam di dalam
mikroskop cahaya putih, sehingga mampu menunjukan hasil dalam skala
optik.
Sensor chip yang digunakan mengandung berlian yang sengaja
dihilangkan dua atom karbonnya. Lalu, satu atom yang hilang diisi dengan
atom nitrogen.
Cara tersebut menghasilkan berlian beratom nitrogen dan tanpa atom
(kosong) di tengahnya. Hal ini dimaksudkan agar peneliti mampu mengukur
perubahan medan magnetis yang sangat kecil.
Yes gan, indonesia udah punya belom ya tekhnologi ginian? -_-
ReplyDeleteParah banget saya nggak ngarti sama artikel nya gan, tapi ya bisa untuk tambah tambah ilmu pengetahuan deh
Nice Share
kayaknya otak saya belum nyampe ke yang beginian kang heheheh ... okelah kufollow dulu blognya heheh :D
ReplyDelete