25 October 2014

BI-NNEST Inc - Teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) penting untuk menggambarkan molekul tunggal. Penggambaran molekul tunggal pada akhirnya akan berdampak pada pemetaan struktrur protein di tubuh manusia, sebuah kemampuan yang jika digunakan dengan baik dapat membantu proses penciptaan obat bagi penyakit. Namun, agar mampu memetakan struktur protein tubuh manusia, peneliti membutuhkan MRI berteknologi resolusi tinggi. Bagaimana menciptakannya? Tim peneliti dari Laboratory for Solid State Physics di ETH Zurich Switzerland menjelaskan hal tersebut. Melansir dari Sciencealert, Kamis (23/10/2014), tim peneliti mengganti kumparan elektromagnetis yang digunakan di dalam teknologi MRI rumah sakit.

Sebagai ganti kumparan, peneliti menggunakan sensor chip berlian untuk mengukur kadar magnet atom. Chip tersebut tertanam di dalam mikroskop cahaya putih, sehingga mampu menunjukan hasil dalam skala optik.

Sensor chip yang digunakan mengandung berlian yang sengaja dihilangkan dua atom karbonnya. Lalu, satu atom yang hilang diisi dengan atom nitrogen.

Cara tersebut menghasilkan berlian beratom nitrogen dan tanpa atom (kosong) di tengahnya. Hal ini dimaksudkan agar peneliti mampu mengukur perubahan medan magnetis yang sangat kecil.

2 comments:

  1. Yes gan, indonesia udah punya belom ya tekhnologi ginian? -_-
    Parah banget saya nggak ngarti sama artikel nya gan, tapi ya bisa untuk tambah tambah ilmu pengetahuan deh
    Nice Share

    ReplyDelete
  2. kayaknya otak saya belum nyampe ke yang beginian kang heheheh ... okelah kufollow dulu blognya heheh :D

    ReplyDelete

Popular Posts

PAGEVIEWS